Latest Tweets:

18 Mei 2014

18 Mei dan Kita
Tentangmu: 18 Mei 2011

Halo, Tuan. Kita bertemu lagi di 18 Mei. Tanggal yang cukup penting bagiku, namun belum tentu penting bagimu. Ini sudah menjadi tradisi, sejak tiga tahun yang lalu. Tradisi semacam apa? Ya, sebagai pengingat bahwa dulu kita pernah berkenalan dan sempat pacaran.

Dulu, dulu sekali, beberapa tahun yang lalu, kedekatan kita adalah hal yang tak ingin aku sia-siakan. Bisakah manusia kecil seperti aku melawan kehendak Tuhan? Aku tidak sekuat itu. Perpisahan kita, yang terjadi tanpa dugaanku sebelumnya, tiba-tiba saja hadir. Kita, yang dulu adalah kutub selatan juga utara, yang saling tarik-menarik dan berdekatan, tak lagi punya alasan untuk berjalan sama-sama.

Bolehkah aku bercerita tentang awal pertemuan kita? Mungkin, jika kamu menyempatkan diri untuk membaca, kamu akan bosan mendengar ceritaku.
Perkenalan kita diawali dengan tugas besar dari guru pemprograman, cukup terbantu aku dengan penjelasan singkatmu lewat BBM tentang membuat program yg unik.
Penjelasan-penjelasan pelajaran yang berlanjut itu mengantarkan kita pada satu titik, titik ternyaman saat kita saling berkenalan. Aku baru mengetahuimu. Kamu juga baru mengetahuiku. Awalnya kita tak pernah saling kenal satu sama lain meskipun kita satu sekolah yang sama.

Aku tahu kamu tidak nakal. Kamu gigih dan selalu berjuang untuk yang ingin kauperjuangkan, tapi entah mengapa kau tidak memperjuangkan hubungan kita? Hubungan yang kita bina selama dua tahun? Apa hubungan kita tak layak untuk diperjuangkan? Sudahlah, lupakan! Semua sudah lewat dan pertemuan kita harusnya bukan menjadi hal yang harus kusesali. Aku masih mengingat tentangmu.

Waktu kita berkenalan, kita masih SMK. Kamu masih bersama kekasihmu yang dulu (enggak tahu udah putus apa gak dan katanya aku jadi orang ketiga diantara kalian). Pria yang nembak aku dengan pura-pura pinjem hape trus nulis ”Would you be mine?” dipencarian lagu dan dengan polosnya nanya ke aku punya lagu itu atau gak. Pria yang tak suka ketika aku ngucapin happy annive tiap bulannya pada tanggal 18 dan kamu berkata “hubungan kita gak usah dihitung, biar kita jalani saja”. Pria yang slalu marah ketika aku bertemu dengan mu pasang muka cemberut. Kamu… pria yang sangat sayang sama keluarga, terutama mamah kamu. Pecinta Juventus, penyuka PS, penggemar Taylor Swift, Kinna Grannis dan sekarang Lorde. Pria yang tak pernah mengeluh sakit. Pemain futsal kelas yang katanya pernah nyetakin gol buat aku meskipun cuma satu angka. Kocak. Humoris. Supel. Dan, apakah yang tidak kuketahui mengenai kamu? Masih banyak hal yang aku ketahui mengenai kamu.

Tuan, aku sungguh tak percaya, hubungan kita yang berjalan singkat ternyata masih begitu melekat dalam ingatanku. Aku juga tak paham, mengapa sosokmu yang sempat begitu akrab di otakku telah berubah menjadi sosok yang tak lagi kukenal. Memang tidak ada kata pisah. Tidak juga ada lagi ajakan untuk menyatukan aku dan kamu menjadi kita. Tapi, segalanya yang telah kulakukan bersamamu membawa kejutan dan kenangan tersendiri bagiku, entah bagimu.

Tuan, sudah tiga tahun, 18 Mei 2011 memang sudah terlewat. Aku juga sudah berubah, kamu juga sudah pasti berubah. Kenangan kita, hari-hari kita, segala yang terjadi di antara kita pasti sudah berubah. Kamu mungkin sudah melupakanku, melupakan setiap detail diriku yang pernah kuperlihatkan padamu. Segalanya pasti sudah berubah, Tuan. Tapi, kenangan tetap sama, meskipun orang-orang yang mengingatnya tak lagi sama.

Dulu, kita masih satu SMK. Sekarang aku dan kamu sudah merasakan bangku kuliah, kamu di Banjarmasin sedangkan aku di Malang. Dulu, kita begitu dekat. Sekarang, kita bahkan tak saling kenal. Logiskah jika kamu yang pernah menjadi sosok spesial dalam hidupku secara singkat bisa menyita perhatianku hingga sejauh ini?

Satu hal yang masih kupercaya, bahwa Tuhan akan mempertemukanku kembali denganmu jika memang dirimulah laki-laki yang telah dipersiapkanNya untukku, jika memang aku lah tulang rusukmu. Banyak hikmah dan pelajaran yang bisa aku petik dari rasa sakit ini. Aku berjanji akan menjadi perempuan yang tangguh dan kuat, yang mampu berdiri tegak diatas kakiku sendiri, yang tidak lagi mengandalkanmu sebagai sandaranku. Aku berjanji akan melanjutkan hidupku dengan lebih baik lagi. Aku berjanji akan tetap tersenyum dan berusaha memberikan yang terbaik untuk orang-orang yang menyayangiku. Aku berjanji akan menyimpan semua kenangan yang kita punya jauh di dasar hatiku yang paling dalam. Aku berjanji akan belajar sekuat yang aku bisa untuk melupakanmu, Tuan.

Tuan, maafkan aku jika aku masih mengingatmu, masih ingin bercerita tentangmu, dan masih mengingat yang terjadi sewaktu kita masih bersama. Aku tahu ini semua salah, tapi menurutku bercerita tentangmu bukanlah hal yang salah.

Sekali lagi, selamat 18 Mei, Tuan.

Bersemangatlah di jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Lambung Mangkurat yang sedang kautekuni. Sukses terus untukmu.

Berbahagialah selalu untukku, Tuan. Terima kasih atas segalanya. Terima kasih karena telah datang dalam hidupku.

Tiba-tiba, aku merindukanmu.

"I’m stronger because I had to be, I’m smarter because of my mistake, happier because of the sadness I’ve known, and wiser because I learned."

"Bentar lagi bulan MEI ya? Bisa di skip aja gak bulannya biar langsung ke bulan Juni gitu? Saya sudah tak berminat lagi dengan bulan MEI 😂😂😂"

"Jadilah seanggun-anggunnya wanita agar kau disandingkan dengan segagah-gagahnya laki-laki 🌺🌺"

Rizki Aulia Ananda

*1

belongtolenyps:

Dan pada akhirnya, akulah orang yang sulit untuk melepaskan

*1

http://ningputri.tumblr.com/post/82083581536/hai-laki2-yg-meminangku-untuk-menemaninya-dan

ningputri:

Hai laki2 yg meminangku untuk menemaninya dan tetap mengingatkannya di jalan yg diridhoi-Nya
Maafkan aku, mungkin aku tidaklah secantik teman2 sekampusmu, rekan2 kerjamu, wanita2 yg kau temui, maafkan aku yg tidak memiliki tinggi semampai, badan indah seperti yg kau dambakan, tidak sempurna…

*1

http://ningputri.tumblr.com/post/80326568547/ada-seorang-ulama-berguru-kepada-seorang-guru

ningputri:

‪Ada seorang ulama berguru kepada seorang guru. Selang beberapa lama, dia ingin melanjutkan belajar ke guru lain.

Gurunya berpesan: Jangan tinggalkan membaca Al Qur’an. Semakin banyak baca Al Qur’an, urusanmu semakin mudah. Dan muridnya pun melakukan.

Dia membaca Al Qur’an 3 juz per hari. Dia…

instagram:

Behind the InstaMeet: @firmanaldianto, Mount Bromo

In this series, we hear from the Instagrammers organizing InstaMeets in different parts of the world. To view more photos and videos from Mount Bromo, browse the #InstaMeetJiran hashtag and follow @firmanaldianto, @moriesadhtya and @rino_adlis on Instagram.

In late February, 12 Instagrammers—five from Malaysia and seven from Indonesia—gathered for #InstaMeetJiran, a four-day InstaMeet on East Java’s active volcano, Mount Bromo.

Inspiration

”#InstaMeetJiran happened because of the Malaysian Instagrammers,” explained Firman Aldianto (@firmanaldianto), an Indonesian Instagrammer who helped organize the meet-up.

"Since the last Worldwide InstaMeet,” says Malaysian Instagrammer Razieff (@razieff), “a group of us have organized several InstaMeets.” When they learned of last year’s meet-up on Indonesia’s scenic Mount Bromo, however, they were inspired to make a pilgrimage of their own.

"It was the first international InstaMeet I ever attended," Razieff says.

Organization

Firman says Malaysia Instagrammer “Shafiq (@shafiqanaksaleh_) contacted us Indonesian Instagrammers who live in Malang and told us of their plan to visit Indonesia.”

Alongside friends Mories Adhtya (@moriesadhtya) and Rino Adlis (@rino_adlis), Firman then spread the word to their friends throughout Indonesia. “First I told my friends from Malang,” explains Mories, “then I called some Instagrammers from Jakarta, Bandung, Bali, Surabaya and Makassar.”

In the end, the group included Instagrammers from Malaysia, Malang and Surbaya, many of whom were meeting for the first time.

Reflection

"This was a truly unforgettable experience," says Firman. Beyond Instagram, "we shared and learned about one another’s culture, tourism, cuisine and more."

Says Razieff, “Even though we’d never met in real life before, we all became close and still keep in touch.”

Mama, you know I Love You. You’re the Queen in my heart. You’re my everything, you’re my life. Without you, i’m nothing 👭👩👧😘😘💙💙💛💛

Adera feat. Mytha Lestari - We Could be In Love (COVER) by ADERA_ega