Latest Tweets:

"

Allah sedang memberi aku waktu.

Aku dipersilakan memperbaiki diri, menata hati dan memantaskan diri.

Saat aku siap nanti, bisa jadi calon aku orang yang sama. Hanya saja, saat kita bertemu dengannya, aku sudah siap. Bukankah itu lebih baik buat aku?
Bisa jadi juga, calon aku nanti orang yang berbeda, tapi sama baiknya dengan orang yang pertama. Mungkin juga orang yang lebih baik darinya.

Allah hanya sedang memberiku waktu.
Wallahu a’lam bish-shawab dan Allah maha mengetahui mana yang paling tepat 😊

"

"Terima Kasih, Ya Allah!
Mungkin aku tidak akan pernah mengerti dimana letak keadilanmu dalam hidup. Karena mungkin aku terlalu bebal untuk mengerti, terlalu Bodoh!
Tapi aku tahu satu hal, aku meyakini satu hal, Engkau sungguh bermurah hati. Engkau maha pemurah atas seluruh hidup dan kehidupan."

instagram:

Breaking the Fast on Eid al-Fitr Day

For more photos and videos of Eid al-Fitr celebrations, browse the #EidalFitr, #عيدالفطر and #EidMubarak hashtags.

Eid Mubarak! The new moon was sighted on Sunday in Saudi Arabia, which indicates the end of Ramadan and the period of celebration that begins the following day. Commonly known as Eid al-Fitr (عيد الفطر) in the Arabic-speaking world, the festival also goes by other names such as Idul Fitri in Indonesia, Hari Raya Aidilfitri in Malaysia and Shemai Eid in Bangladesh.

While there are many Eid customs such as attending mass prayers, gathering for family reunions, exchanging gifts and dressing in new clothes, eating plays a crucial role as it brings an end to the month-long fast of Ramadan. Holiday dishes vary from country to country, but all are meant to make up big feasts that can easily fill up the entire family as well as guests. Families bring out traditional varieties of homemade sweets and many also make generous donations of food during the holiday, as Eid also celebrates extending good will to others.

The holiday can last up to three days depending on the country, and Instagrammers taking part in the festivities are sharing their moments filled with good food and good spirits.

Minal Aidin wal Faidzin. Taqabbalallahu Minna wa Minkum 💕

Pelajaran Rasa.

  • A : Kalo hatinya saja bisa Allah bolak balikan dari yang tadinya mencintai saya sampai sekarang mencintai orang lain, kenapa Allah tidak sekalian membolak balikkan hati saya?
  • B : ...
  • A : Kenapa Allah biarkan sampai saat ini cuma saya yang masih cinta?
  • B : Well, kalo Allah membolak balikkan hati kalian berdua sekaligus, darimana kamu akan belajar ikhlas? Darimana kamu akan mengerti rasa kehilangan? Dengan patahnya hatimu, itulah pelajaran yang hendak Allah ajarkan padamu bahwa di dunia ini kita tidak bisa dapatkan semua yang kita mau. Termasuk mendapatkan cinta orang yang kita cintai.
  • A : ....
  • yes , i realize

herricahyadi:

herricahyadi:

Dalam semua pilihan—jodoh, parpol, jurusan, pekerjaan, dsb—berlaku tiga hal di atas. Sebab kita senantiasa diajari kebaikan, bahkan semenjak hendak menentukan pilihan.
Terima kasih ya Allah atas anugerah dien yang sempurna ini. Alhamdulillah..

Reblog untuk edisi mencari pemimpin. 

herricahyadi:

herricahyadi:

Dalam semua pilihan—jodoh, parpol, jurusan, pekerjaan, dsb—berlaku tiga hal di atas. Sebab kita senantiasa diajari kebaikan, bahkan semenjak hendak menentukan pilihan.

Terima kasih ya Allah atas anugerah dien yang sempurna ini. Alhamdulillah..

Reblog untuk edisi mencari pemimpin. 

*3

"If Allah can take away the person you’ve never expected losing. Allah can replace them with person you’ve never imagined having."

❤️

Akan selalu ada laki-laki yang baik untuk wanita yang terus berusaha menperbaiki dirinya. Dan akan selalu ada wanita yang baik-baik untuk lelaki yang selalu berusaha memperbaiki dirinya 😊😇

Akan selalu ada laki-laki yang baik untuk wanita yang terus berusaha menperbaiki dirinya. Dan akan selalu ada wanita yang baik-baik untuk lelaki yang selalu berusaha memperbaiki dirinya 😊😇

Terima Kasih, Palestina!

herricahyadi:

Orang-orang Palestina ketika ditanya mengapa mereka tidak pergi saja dari sana dan mengungsi ke negara tetangga—karena cobaan Yahudi terhadap mereka begitu besar, mereka menjawab begini:

"Jika kami keluar dari tanah ini (Palestina), maka siapa lagi yang akan menjaga masjid suci al-Aqsha? Siapa…

Terimakasih Palestina! :’)

Tangisan Terakhir…

Dulu aku punya sebuah impian, yang kususun saat aku masih bersamamu. Namun mimpi itu hancur berantakan, karena kita berpisah. Mimpi itu pun berpencar, kocar-kacir dan berantakan.

Waktu trus berlalu, dan mimpiku kembali menyatu, meski tak ada lagi dirimu di dalamnya. Ku bangun kembali, kususun kembali, kutata kembali di barisan rak kehidupanku. Aku harus bangkit, meski tanpa dirimu. Dan sebelum semua itu, aku harus mengakui sesuatu. Bahwa melihatmu di sana, dimiliki orang lain, menggenggam tangan orang lain, memeluk orang lain, masih menyisakan kepedihan di hatiku. Aku masih belum sanggup menatap lama dirimu yang seperti itu. Namun jangan khawatir, karena aku tidak berniat untuk merengek kepadamu. Cukup kusimpan saja pedih ini sendiri. Hanya doa restu, dan harapan semoga kebahagian selalu menyertai kehidupanmu.

Kisah kita, rasa ini, cukup aku yang tahu. Kau kini sudah bahagia. Mau tak mau aku harus merelakanmu. Melepasmu, membutuhkan satu tangisan terakhir, agar hatiku lega dan siap 100% melepasmu.

Kutabahkan hatiku, namun pilu itu terlanjur mewarnai hatiku. Pilu yang tak mampu kutanggung lagi untuk melepaskan tangisan yang terakhir kalinya.

Jangan tertawakan aku, biarkan aku menangisimu, karena aku tak bisa mendustai hatiku, bahwa hatiku masih menyimpan cinta untukmu. Biarkan aku terpuruk sekejab, dalam tangisan yang gelap, menangisimu yang kini bukan milikku lagi.

Di sini lah aku, menangis dalam sepi. Sedangkan kau di sana, berbahagia. Kita memang berpisah secara baik, tapi bukan berarti hatiku baik-baik saja. Mungkin tidak adil rasanya, kita dulu pernah memiliki cinta yang sama. Namun sekarang, hangatnya mentari cinta menyinari kehidupanmu, namun memanasi hatiku, karena aku masih berharap turunnya hujan kasih sayang yang tak kunjung datang.

Di sini lah aku, masih duduk seorang diri, di tempat biasanya kita berdua. Melamun tentang kisah lalu kita, menghela nafas berat karena berharap cinta ini bisa kubabat.

Aku HARUS mulai merelakanmu. Toh, tak ada lagi yang bisa kulakukan untuk kembali memilikimu. Setidaknya, sebelum semua itu, biarkan aku menangisimu, sekali ini saja, tangis untuk yang terakhir kalinya. Satu tangisan terakhir, sebelum kulepaskan segala masa lalu kita.

Harus kutata kembali hati dan pikiranku, untuk yang terakhir kalinya. Tak boleh lagi ada harapan kosong dalam hati ini untuk sekedar bisa memilikimu kembali.

Aku tahu melakukan semua ini sungguh membutuhkan kekuatan hati yang besar. Memangnya kenapa? Kalau tidak sekarang, aku mungkin tak kan mampu mengendalikan hati ini kembali, dan terjebak dalam mencintaimu lagi.

Padahal, dunia di sekitarku terus berlanjut, berjalan tak pernah mundur. Apakah aku harus terus dalam posisi yang tak berubah? Tidak, hidupku juga harus berlanjut, dengan atau tanpa dirimu.

Sebelum kurelakan semuanya, biarkan aku menangisimu sekali lagi saja, agar segala kenangan tentang kita ikut luruh bersama air mata.
Setelah itu, akan kutata kembali hidupku, pikiranku, dan hatiku, tanpa memasukkan dirimu di dalamnya. Sudah cukup berpura-pura bahwa kaupun masih menyimpan cinta. Itu adalah dusta, yang kurawat sendiri, jadi harus kuakhiri sendiri.

Sepertinya, tangisku yang terakhir kali ini, membuatku terpuruk. Tak pernah aku merasa sekehilangan ini. Tak pernah hatiku merasa sesepi ini. Aku tersedu, menangisimu, melepas keberadaanmu dari hatiku, bersiap menerima kekosongan yang akan kurasa setelah itu.

My new sounds: